Breaking News

Uncategorized

Hadapi Dampak Karhutla, UNTAN Siapkan Relawan Tangani Gangguan Pernapasan Warga

badge-check

Hadapi Dampak Karhutla, UNTAN Siapkan Relawan Tangani Gangguan Pernapasan Warga Perbesar

Pontianak (Hal Kalbar) – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat turut meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat akibat paparan asap.

Kondisi tersebut mendorong Klinik Pratama Universitas Tanjungpura (UNTAN) bersama ASA Foundation memperkuat kesiapan relawan kesehatan agar mampu memberikan pertolongan kepada masyarakat yang terdampak.

Penguatan dilakukan melalui kegiatan “Penguatan Resiliensi Kesehatan Masyarakat terhadap Dampak Karhutla melalui Kolaborasi Lintas Sektor Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) Tahun 2026.”

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membekali relawan yang nantinya mendukung layanan Rumah Oksigen atau Oksipoin.

Para relawan mendapatkan berbagai materi terkait penanganan dampak karhutla, mulai dari pengenalan karakteristik bencana, mitigasi di lapangan, evakuasi Tim Oksipoin hingga praktik memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai dampak paparan asap terhadap kesehatan, perlindungan kelompok rentan, penggunaan masker respirator, deteksi dini titik api serta prosedur evakuasi ketika kebakaran mulai mendekati permukiman.

Ns. Faisal Kholid Fahdi, S.Kep., Ners., M.Kep., M.Pd., mengatakan pembekalan tersebut penting agar relawan memiliki kemampuan dasar ketika menghadapi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.

“Pelatihan ini bertujuan agar relawan mampu menangani masyarakat yang mengalami sesak napas, termasuk dalam pemasangan oksigen, memahami penanganan dan mitigasi bencana, serta mengetahui langkah-langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan,” ujar Faisal.

Paparan asap karhutla sendiri dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan, seperti batuk, sesak napas dan iritasi mata. Pada kondisi tertentu, asap juga dapat memperburuk gangguan kesehatan yang telah dialami seseorang, termasuk asma dan bronkitis.

Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil dan menyusui, serta masyarakat dengan penyakit penyerta menjadi kelompok yang membutuhkan perhatian lebih ketika kualitas udara mengalami penurunan.

Karena itu, relawan juga diberikan edukasi mengenai langkah pencegahan, antara lain membatasi aktivitas di luar ruangan, menjaga kualitas udara di dalam rumah, menggunakan masker respirator yang sesuai serta mengenali tanda-tanda gangguan kesehatan sejak dini.

Relawan Dibekali Penanganan Hipoksia

Materi pelatihan kemudian dilanjutkan dengan penatalaksanaan bantuan bagi masyarakat terdampak karhutla yang disampaikan Dr. Poppy Novitarini M. Ked (An), SpAn-TI, Subsp M.N (K).

Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai hipoksia dan terapi oksigen. Pengetahuan ini diharapkan dapat membantu relawan memberikan pertolongan yang tepat ketika menemukan masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.

Pembekalan relawan juga menjadi bagian penting dalam mendukung operasional Rumah Oksigen atau Oksipoin yang mulai beroperasi pada 1 September 2026.

Oksipoin disiapkan sebagai fasilitas untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap karhutla.

Layanan penyediaan oksigen tersebut akan dievaluasi secara berkala setiap dua minggu. Keberlangsungannya akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi karhutla serta kebutuhan masyarakat.

Saat ini, Oksipoin memiliki dua lokasi layanan. Posko 1 berada di sekretariat utama Klinik Pratama UNTAN, Kota Pontianak, sedangkan Posko 2 berada di halaman Kantor Bupati Kubu Raya.

Sementara Posko 3 yang direncanakan berada di Kabupaten Kayong Utara masih dalam tahap pengembangan.

Perkuat Kesiapan Hadapi Kabut Asap

Melalui kolaborasi bersama ASA Foundation, Klinik Pratama UNTAN berupaya memperkuat dua sisi penanganan dampak karhutla, yakni kesiapan fasilitas kesehatan dan kapasitas sumber daya manusia di lapangan.

Relawan yang telah mendapatkan pelatihan diharapkan dapat menjadi bagian dari respons awal ketika masyarakat mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Keberadaan relawan terlatih yang didukung fasilitas Rumah Oksigen di sejumlah lokasi diharapkan membuat penanganan dampak kesehatan karhutla dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan resiliensi kesehatan masyarakat Kalimantan Barat dalam menghadapi ancaman karhutla dan kabut asap.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Hujan Turun di Kalbar, Warga Lega dan Berharap Kabut Asap Segera Berakhir

15 Sep 2026 - 19:31 WIB

Hujan Turun di Kalbar, Warga Lega dan Berharap Kabut Asap Segera Berakhir

IPOCS 2026 Dibatalkan, Pemprov Kalbar Tegaskan Bukan Kegiatan Pemerintah

14 Sep 2026 - 19:11 WIB

IPOCS 2026 Dibatalkan, Pemprov Kalbar Tegaskan Bukan Kegiatan Pemerintah

Aliansi Dayak Pengawal NKRI Bagikan Masker, Siap Bersinergi Tangani Karhutla

14 Sep 2026 - 13:30 WIB

Aliansi Dayak Pengawal NKRI Bagikan Masker, Siap Bersinergi Tangani Karhutla

Antrean Solar Bersubsidi Ganggu Lalu Lintas, Pemkot Pontianak Siapkan Aturan Baru

14 Sep 2026 - 08:16 WIB

Antrean Solar Bersubsidi Ganggu Lalu Lintas, Pemkot Pontianak Siapkan Aturan Baru

Empat Perusahaan Kena Sanksi, Langkah Tegas Pemprov Kalbar Tangani Karhutla Mulai Berjalan

13 Sep 2026 - 19:08 WIB

Empat Perusahaan Kena Sanksi, Langkah Tegas Pemprov Kalbar Tangani Karhutla Mulai Berjalan
Trending di Uncategorized