Breaking News

Uncategorized

Pemprov Kalbar Dorong Industri Sawit Perkuat Penanganan Karhutla

badge-check

Pemprov Kalbar Dorong Industri Sawit Perkuat Penanganan Karhutla Perbesar

Pontianak (Hal Kalbar) – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong perusahaan kelapa sawit memperkuat kontribusi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta meningkatkan manfaat industri bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Krisantus Kurniawan saat memimpin rapat koordinasi bersama pelaku usaha perkebunan dan perusahaan kelapa sawit di Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (9/9/2026).

Krisantus menyebut luas lahan terbakar di Kalbar mencapai sekitar 38 ribu hektare. Ia meminta perusahaan aktif melakukan pencegahan, deteksi dini dan penanganan Karhutla di sekitar wilayah operasional.

“Penanggulangan karhutla bukan hanya tugas pemerintah pusat, TNI, Polri, BNPB, maupun pemerintah daerah. Ini adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha yang beroperasi di Kalimantan Barat,” tegasnya.

Ia menekankan penanganan Karhutla harus mengutamakan pencegahan dan kesiapsiagaan, bukan menunggu api membesar.

“Kita tidak ingin penanganan dilakukan setelah api membesar. Yang paling penting adalah pencegahan dan kesiapsiagaan. Perusahaan harus memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan di sekitar wilayah operasionalnya,” ujarnya.

Selain Karhutla, Krisantus meminta industri sawit memberikan kontribusi lebih luas terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal, tanggung jawab sosial dan lingkungan, serta kepatuhan terhadap kewajiban daerah.

“Investasi tentu kita sambut baik. Tetapi investasi harus memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah. Ada tanggung jawab sosial, lingkungan, dan kewajiban terhadap daerah yang harus dilaksanakan,” jelasnya.

Ia juga mendorong pemanfaatan limbah cangkang sawit sebagai sumber energi alternatif untuk mendukung kebutuhan energi sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

“Kalau cangkang sawit dapat dimanfaatkan sebagai alternatif energi untuk PLN, maka perputaran ekonominya bisa tetap berada di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Krisantus turut meminta perusahaan meningkatkan pengendalian emisi dan penggunaan teknologi ramah lingkungan agar pertumbuhan industri tetap sejalan dengan perlindungan lingkungan.

“Kita ingin industri tumbuh, tetapi lingkungan juga harus tetap terjaga,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Hujan Turun di Kalbar, Warga Lega dan Berharap Kabut Asap Segera Berakhir

15 Sep 2026 - 19:31 WIB

Hujan Turun di Kalbar, Warga Lega dan Berharap Kabut Asap Segera Berakhir

IPOCS 2026 Dibatalkan, Pemprov Kalbar Tegaskan Bukan Kegiatan Pemerintah

14 Sep 2026 - 19:11 WIB

IPOCS 2026 Dibatalkan, Pemprov Kalbar Tegaskan Bukan Kegiatan Pemerintah

Aliansi Dayak Pengawal NKRI Bagikan Masker, Siap Bersinergi Tangani Karhutla

14 Sep 2026 - 13:30 WIB

Aliansi Dayak Pengawal NKRI Bagikan Masker, Siap Bersinergi Tangani Karhutla

Antrean Solar Bersubsidi Ganggu Lalu Lintas, Pemkot Pontianak Siapkan Aturan Baru

14 Sep 2026 - 08:16 WIB

Antrean Solar Bersubsidi Ganggu Lalu Lintas, Pemkot Pontianak Siapkan Aturan Baru

Empat Perusahaan Kena Sanksi, Langkah Tegas Pemprov Kalbar Tangani Karhutla Mulai Berjalan

13 Sep 2026 - 19:08 WIB

Empat Perusahaan Kena Sanksi, Langkah Tegas Pemprov Kalbar Tangani Karhutla Mulai Berjalan
Trending di Uncategorized