Pontianak (Hal Kalbar) – Hujan yang turun di sejumlah wilayah Kalimantan Barat (Kalbar), Selasa (15/9/2026), disambut lega masyarakat.
Setelah beberapa waktu menghadapi cuaca panas dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), turunnya hujan menjadi harapan baru agar kondisi udara segera membaik dan karhutla dapat ditangani.

Hujan turun di sejumlah kabupaten/kota di Kalbar dengan intensitas yang bervariasi, mulai dari ringan, sedang, hingga lebat dan disertai petir.
Kondisi tersebut sejalan dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mencatat adanya potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Kalbar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kalbar, Ridwan, mengatakan berdasarkan data BMKG terdapat pertumbuhan awan yang cukup besar dan berpotensi menghasilkan hujan.
Karena itu, dalam beberapa hari terakhir operasi modifikasi cuaca (OMC) terus dioptimalkan untuk meningkatkan peluang turunnya hujan.
“Alhamdulillah hujan ini tentu dari Yang Maha Kuasa, Allah SWT, tapi kita sudah ikhtiar dengan melakukan OMC setiap harinya. Semoga dengan hujan ini bisa mengurangi kabut asap,” ujar Ridwan.
Menurut Ridwan, sejak 4 September 2026, Kalbar telah mengoperasikan tiga pesawat OMC bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Pada awalnya, OMC dilakukan dengan dua pesawat. Kemudian, satu pesawat tambahan dikerahkan atas perintah Kepala BNPB.
Upaya penyemaian awan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan potensi pertumbuhan awan penghujan yang terpantau berdasarkan data BMKG.
BMKG mencatat pada periode 15 hingga 24 September 2026 terdapat potensi pertumbuhan awan penghujan di sejumlah wilayah Kalbar. Potensi tersebut selanjutnya dioptimalkan untuk pelaksanaan penyemaian awan melalui OMC.
Pada 14 dan 15 September, operasi OMC diarahkan ke sejumlah wilayah yang menjadi prioritas, di antaranya Ketapang, Sanggau, Sekadau, Sintang, Landak, Bengkayang dan Sambas.
Ridwan berharap hujan yang turun dapat membantu mengurangi kabut asap sekaligus mempercepat penanganan karhutla di Kalbar.
“Diharapkan dengan OMC tersebut peluang hujan akan semakin besar, sehingga karhutla dapat segera kita atasi,” harapnya.
Turunnya hujan di sejumlah wilayah Kalbar menjadi momentum yang diharapkan dapat membantu proses pemadaman dan pendinginan lahan yang masih terdampak karhutla.
Pemerintah bersama instansi terkait pun terus mengoptimalkan upaya penanganan agar dampak asap terhadap masyarakat dapat segera berkurang.









