Pontianak (Hal Kalbar) – Langkah pasangan ganda campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto/Melati Daeva Oktavianti, harus terhenti di babak semifinal Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026.
Menghadapi pasangan China, Liao Pin Yi/Zhang Jia Han, Rehan-Melati harus mengakui keunggulan lawan dalam pertandingan dua gim dengan skor 18-21, 18-21.

Pertandingan tersebut menjadi pengalaman penting bagi Rehan dan Melati yang tengah menjalani debut sebagai pasangan baru. Keduanya menilai masih terdapat sejumlah aspek permainan yang perlu diperbaiki setelah menghadapi pasangan China tersebut.
Melati mengatakan, kualitas pemain China menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi. Menurutnya, baik pemain junior maupun senior dari China memiliki kualitas permainan yang sangat baik.
“Yang pasti kita tahu pemain China, mau junior, mau senior, semuanya punya kualitas yang sangat bagus. Ini jadi satu pelajaran buat kita sebagai partner baru,” ujar Melati.
Dari pertandingan semifinal tersebut, Melati mengaku bersama Rehan bisa melihat secara lebih jelas sejumlah kelemahan yang masih dimiliki. Hal itu akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan performa mereka pada pertandingan berikutnya.
“Di permainan tadi kelihatan banget kelemahan kita di mana. Jadi buat evaluasi,” katanya.
Rehan juga menyampaikan hal senada. Ia mengatakan, dirinya bersama Melati sudah mengetahui bagian permainan yang masih menjadi kelemahan dan akan berusaha memperbaikinya.
“Kita tahu yang lemah kita di mana, jadi nanti next juga kita bakal perbaikin itu. Kita bakal tutup itu semua,” kata Rehan.
Salah satu kendala yang dirasakan Melati dalam pertandingan tersebut adalah perubahan pola permainan yang dilakukan lawan. Rehan-Melati dinilai terlambat beradaptasi sehingga kehilangan momentum dalam pertandingan.
“Mereka merubah pola permainan dan kitanya lambat untuk adaptasi,” ungkap Melati.










Komentar ditutup.