Pontianak (Hal Kalbar) – Ria Norsan memimpin rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Barat di Balai Petitih, Selasa (8/9/2026).
Rapat membahas sejumlah persoalan strategis, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), ketahanan pangan, kualitas udara, keamanan dan ketertiban, hingga ketersediaan air bersih.

“Hari ini kita rapat dengan Forkopimda, meng-update masalah-masalah terkini yang beredar di masyarakat kita. Di antaranya adalah masalah kebakaran hutan dan lahan dan ini kita bahas juga masalah ketahanan pangan,” kata Ria Norsan.
Ia menyebut Karhutla berpotensi mengganggu sektor pertanian dan menyebabkan gagal panen. Karena itu, mitigasi perlu dilakukan sejak dini untuk menjaga produksi pangan.
“Dari kebakaran hutan berpotensi mengakibatkan terjadi gagal panen. Sehingga dengan rapat ini kita membahas upaya mengantisipasi terjadinya gagal panen. Mitigasi dari awal sudah kita antisipasi, bagaimana tindakan pencegahannya,” jelasnya.
Saat ini, titik api masih ditemukan di Ketapang dan Kubu Raya. Penanganan dilakukan bersama TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, mahasiswa, organisasi masyarakat dan warga.
Selain Karhutla, Ria Norsan menyoroti kondisi air bersih di sejumlah wilayah. Bahkan, air PDAM di beberapa daerah mulai terasa asin.
“Sudah banyak daerah dan pemukiman masyarakat yang terkendala air bersih. Air PDAM sudah mulai asin. Pemerintah juga akan mendukung mereka untuk bergerak memberikan masyarakat air bersih,” ujarnya.
Untuk penanganan bencana, pemerintah telah melakukan pergeseran anggaran dari Belanja Tidak Terduga (BTT), meski APBD Perubahan 2026 belum disahkan.
“Walaupun belum ketok palu Perubahan, insyaallah dalam waktu dekat ketok palu, namun kita sudah bisa menggunakan dana ini. Kita prioritaskan untuk penanggulangan bencana,” tegasnya.
Rapat juga membahas keresahan sosial yang muncul di masyarakat. Ria Norsan meminta penertiban dilakukan dengan mengedepankan edukasi dan pembinaan.
“Kita akan terus melakukan penertiban sesuai ketentuan, kemudian kita berikan edukasi dan pembinaan kepada mereka,” pungkasnya.










Komentar ditutup.