Pontianak (Hal Kalbar) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Barat menggelar Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) 2026 yang dirangkaikan dengan Tasyakuran HUT ke-58 Kadin Indonesia.
Rapimprov tersebut digelar serentak di seluruh provinsi di Indonesia. Di Kalimantan Barat, agenda ini mengusung tema “Ekonomi Kerakyatan untuk Indonesia Mendunia: Peran Kadin dalam Upaya Peningkatan Akselerasi UMKM Berkontribusi Ekspor Kalbar.”
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi dunia usaha di Kalimantan Barat untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah sekaligus merumuskan program kerja strategis untuk periode 2026–2027.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mendorong Kadin Kalbar semakin memperkuat konsolidasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun perekonomian Kalimantan Barat.
“Saya hari ini tidak ada keraguan lagi terhadap Kadin. Saya ingin Kadin Kalimantan Barat melakukan konsolidasi, bersatu padu bersama Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota membangun Kalimantan Barat,” ujar Krisantus.
Ia juga meminta Kadin tidak hanya menjadi pelengkap dalam pembangunan daerah, tetapi mengambil peran strategis sebagai penggerak dunia usaha.
“Saya ingin Kadin menjadi pemeran utama, bukan pemeran figuran,” tegasnya.
Menurut Krisantus, Kadin memiliki peran penting dalam mendorong para pengusaha di Kalimantan Barat agar dapat berkontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap potensi sumber daya alam Kalimantan Barat dapat dikelola dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat.
“Saya ingin Kadin menjadi pengayom, untuk menjadi motor penggerak pengusaha-pengusaha Kalimantan Barat untuk berkontribusi nyata dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Barat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Kalbar, Arya Rizqi Darsono, mengatakan Rapimprov merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan Kadin di seluruh Indonesia.
“Rapimprov adalah agenda rutin tahunan. Alhamdulillah pembukaan Rapimprov sudah selesai dilaksanakan. Ini serentak seluruh provinsi, 38 provinsi,” kata Arya.
Khusus di Kalimantan Barat, salah satu fokus utama Rapimprov adalah mendorong pelaku UMKM agar dapat naik kelas dan memiliki daya saing lebih kuat.
“Targetnya khusus untuk Kalimantan Barat itu adalah kita mendorong UMKM agar UMKM ini bisa naik kelas karena tantangan global ini semakin besar,” ujarnya.
Arya juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang dinilai telah memberikan dukungan terhadap dunia usaha.
“Kami juga memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang telah mendukung dunia usaha, khususnya Kalimantan Barat dan semoga kita bisa meningkatkan perekonomian Kalimantan Barat lebih tinggi lagi,” katanya.








Komentar ditutup.