Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Kalimantan Barat

MADN dan Tim Hukum Nafas Kalbar Salurkan 13.884 Botol Air Mineral untuk Warga Ambawang

badge-check

MADN dan Tim Hukum Nafas Kalbar Salurkan 13.884 Botol Air Mineral untuk Warga Ambawang Perbesar

Pontianak (Hal Kalbar) – Sebanyak 13.884 botol air mineral berukuran 1,5 liter disalurkan kepada warga Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, yang terdampak kekeringan dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bantuan air mineral tersebut berasal dari Suparman dan disalurkan melalui Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Yakobus Kumis, bersama Tim Hukum Nafas Kalimantan Barat yang dipimpin Glorio Sanen, Rabu (7/10/2026).

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Pastor Paroki Santo Fidelis Sungai Ambawang, Pastor Kristianus, CP. Selanjutnya, air mineral itu akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah terdampak.

Sekjen MADN, Yakobus Kumis, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi dampak kekeringan dan kabut asap di Kalimantan Barat.

Menurutnya, dalam situasi bencana, masyarakat membutuhkan dukungan nyata untuk memenuhi kebutuhan dasar, termasuk ketersediaan air minum.

“Kita berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan meringankan beban masyarakat, yang saat ini memang tengah mengalami kesulitan mendapatkan air,” kata Yakobus Kumis.

Ia menambahkan, bantuan tersebut juga menjadi wujud solidaritas bagi masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit akibat kekeringan yang menyertai bencana karhutla.

Yakobus berharap bantuan air mineral tersebut dapat membantu warga memenuhi kebutuhan air minum sehari-hari. Di tengah kondisi kekeringan dan kabut asap, dukungan dari berbagai pihak dinilai penting untuk meringankan beban masyarakat terdampak.

Penyaluran ribuan botol air mineral ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga Desa Ambawang, sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kondisi lingkungan akibat karhutla.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Ria Norsan dan Krisantus Temui Mahasiswa, Aksi Unjuk Rasa Berakhir Kondusif

23 Okt 2026 - 14:03 WIB

Ria Norsan dan Krisantus Temui Mahasiswa, Aksi Unjuk Rasa Berakhir Kondusif

Pengamat Hukum Untan: Perdamaian Dinamika Persidangan, Tak Hapus Pertanggungjawaban Pidana

23 Okt 2026 - 03:47 WIB

Pengamat Hukum Untan: Perdamaian Dinamika Persidangan, Tak Hapus Pertanggungjawaban Pidana

Reses Penutup, Zulfydar Tegaskan Pembangunan Kalbar Tak Boleh Terhenti

18 Okt 2026 - 21:36 WIB

Reses Penutup, Zulfydar Tegaskan Pembangunan Kalbar Tak Boleh Terhenti

Sujiwo Usulkan Flyover Ketimbang Duplikasi Jembatan Kapuas II, Dinilai Lebih Efektif Urai Kemacetan

17 Okt 2026 - 07:36 WIB

Sujiwo Usulkan Flyover Ketimbang Duplikasi Jembatan Kapuas II, Dinilai Lebih Efektif Urai Kemacetan

27 Wisatawan Senior Singapura Tuntaskan Tur 5 Hari di Kalbar di Tengah Kabut Asap

15 Okt 2026 - 13:48 WIB

27 Wisatawan Senior Singapura Tuntaskan Tur 5 Hari di Kalbar di Tengah Kabut Asap
Trending di Kalimantan Barat