Pontianak (Hal Kalbar) – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Zulfydar Zaidar Mochtar, menegaskan pembangunan daerah harus tetap berjalan meskipun pemerintah menghadapi berbagai tantangan, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal tersebut disampaikan Zulfydar yang juga Ketua Fraksi PAN DPRD Kalbar saat menggelar reses penutup di kediamannya di kawasan Jalan Gusti Hamzah, Pontianak, Minggu (18/10/2026) malam.
Menurut Zulfydar, program pembangunan yang telah direncanakan dan ditetapkan dalam APBD 2025 harus tetap dilaksanakan. Pada saat yang sama, pemerintah daerah juga perlu menangani persoalan karhutla yang terjadi di Kalimantan Barat.
“Pembangunan yang telah dilakukan pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memasuki masa yang update terus dan berkembang. Tentu situasional yang tidak menjadikan menguntungkan, misalnya ada karhutla dan sebagainya, itu bukan persoalan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pelaksanaan pembangunan dan penanganan persoalan daerah harus berjalan beriringan. Berbagai tantangan yang muncul tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghentikan program pembangunan yang telah direncanakan.
Sebagai lembaga legislatif, DPRD Kalbar akan terus menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan pembangunan daerah berjalan sesuai perencanaan.
“Pembangunan yang direncanakan pemerintah yang ditetapkan APBD 2025 itu tetap berjalan, sedangkan karhutla pemerintah daerah juga jalan. Kami sebagai fungsi pengawasan, DPRD tetap terus melakukan pengawalan ini,” katanya.
Dalam kegiatan reses tersebut, Zulfydar juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu menyampaikan aspirasi dan usulan pembangunan melalui anggota DPRD.
Menurutnya, reses menjadi sarana bagi wakil rakyat untuk mendengarkan kebutuhan masyarakat sekaligus mengawal aspirasi tersebut dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
Ia menilai keberlanjutan pembangunan sangat penting karena berkaitan langsung dengan pergerakan perekonomian masyarakat. Karena itu, program pembangunan perlu terus berjalan agar aktivitas ekonomi tidak mengalami perlambatan.
“Tentu ini bagian penting bagi kami bagaimana pembangunan ini harus berjalan dan terus berjalan. Kita tidak berhenti. Apabila berhenti, stuck ini terjadi, maka perekonomian berjalannya lambat dan bisa berhenti juga,” ungkapnya.








Komentar ditutup.