Pontianak (Hal Kalbar) – DPD GMNI Kalimantan Barat bersama Karang Taruna Kalbar dan Pemerintah Provinsi Kalbar menggelar aksi kemanusiaan dengan menyalurkan air bersih dan layak minum kepada masyarakat terdampak El Nino dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Aksi tersebut dilakukan sebagai respons atas keterbatasan akses air bersih yang dialami masyarakat akibat kekeringan dan Karhutla. Kondisi ini juga berdampak pada meningkatnya kebutuhan serta harga air bersih, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, bayi, ibu hamil dan lansia.

Umam mengatakan persoalan masyarakat tidak cukup hanya direspons melalui kritik kepada pemerintah, tetapi harus disertai aksi nyata.
“Permasalahan ini bukan hanya kritik yang perlu disampaikan kepada pemerintah sebagai bentuk tanggung jawab kewargaan atau civic responsibility. Tetapi harus dibarengi dengan aksi kemanusiaan atau humanitarian action. Keduanya harus berjalan secara seimbang dalam menyikapi situasi yang sedang dihadapi masyarakat, khususnya di Kalimantan Barat,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa dan organisasi kepemudaan memiliki tanggung jawab moral untuk hadir membantu masyarakat, khususnya saat menghadapi kondisi yang membutuhkan respons cepat.
GMNI Kalbar juga mendorong pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat penanganan dampak El Nino dan Karhutla, termasuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak.
GMNI menilai kritik merupakan bagian dari tanggung jawab demokratis, sementara aksi kemanusiaan menjadi bentuk nyata keberpihakan kepada masyarakat.
Merdeka! GMNI Jaya! Marhaen Menang!










Komentar ditutup.