Pontianak (Hal Kalbar) – Kementerian Dalam Negeri mendorong Kota Pontianak menjadi daerah percontohan dalam pengelolaan sampah berkelanjutan melalui program Local Service Delivery Program (LSDP).
Kepala Subdirektorat Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Amaryadi, mengatakan Pontianak dinilai memiliki kesiapan yang cukup baik, terutama dari sisi ketersediaan sampah.

“Untuk Kota Pontianak sudah aman, karena input sampahnya sekitar 300 sampai 450 ton per hari,” ujarnya saat kunjungan lapangan LSDP di Aula Muis Amin Bapperida Kota Pontianak, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga tata kelola, kelembagaan, partisipasi masyarakat, dan dukungan dunia usaha.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan pembangunan TPST melalui program LSDP menjadi bagian dari upaya memperbaiki sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.
Ia menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah serta penguatan bank sampah dan pengolahan sampah di tingkat lingkungan.
“Pemilahan harus dimulai dari rumah tangga, TPS, bank sampah, sampai ke depo,” katanya.
Edi menyebut produksi sampah di Pontianak mencapai sekitar 400 hingga 450 ton per hari. Ia berharap pembangunan TPST dapat menjadi solusi jangka panjang sekaligus model pengelolaan sampah bagi daerah lain.
“TPST ini tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun mental dan sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir,” pungkasnya.










Komentar ditutup.