Pontianak (Hal Kalbar) – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menginstruksikan operasi darat di seluruh kabupaten dan kota. Petugas diminta turun langsung memeriksa kondisi wilayah serta melakukan pemadaman apabila ditemukan titik api.
Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalbar, Daniel, menyampaikan keputusan tersebut dalam briefing penanganan karhutla pada Sabtu (24/10/2026).
Ia menjelaskan, seluruh unsur operasi darat di kabupaten dan kota diminta melakukan pemeriksaan lapangan atau ground check di wilayah masing-masing. Langkah ini bertujuan memastikan kondisi sebenarnya dari indikasi titik panas yang terpantau.
“Briefing pada hari ini telah memutuskan yang pertama, operasi darat di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat akan melakukan kegiatan ground check di wilayah masing-masing dan melakukan operasi pemadaman apabila dijumpai titik api,” ujar Daniel.
Pemeriksaan langsung menjadi bagian penting dalam menentukan langkah penanganan. Data pemantauan dapat menjadi petunjuk awal, sedangkan ground check diperlukan untuk memastikan apakah indikasi tersebut benar-benar menunjukkan adanya kebakaran.
Apabila ditemukan api, petugas akan melakukan operasi pemadaman sesuai kondisi di lapangan. Dengan demikian, respons dapat dilakukan berdasarkan situasi aktual dan kebutuhan penanganan di masing-masing wilayah.
Pelibatan operasi darat di seluruh kabupaten dan kota juga diharapkan memperkuat kesiapsiagaan daerah. Pemantauan tidak hanya dilakukan pada wilayah yang memiliki indikasi titik panas, tetapi juga mencakup daerah lain yang tetap perlu diwaspadai.
Pemprov Kalbar berharap pemeriksaan lapangan, kesiapan petugas, dan koordinasi lintas wilayah dapat mendukung penanganan karhutla secara berkelanjutan serta menekan risiko kebakaran meluas.








